Showing posts with label Kisah dan Renungan. Show all posts
Showing posts with label Kisah dan Renungan. Show all posts

Masih Mengutamakan Istri Daripada Ibu? Mohon Baca Kisah Nyata Ini!! Tolong Sebarkan.

Pada zaman Nabi tersedia seorang pemuda yang bernama Alqomah. Dalam kesehariannya, ia rutin rajin menjalankan ibadah semacam shalat, puasa maupun bersedekah. Hingga sebuahketika ia mengalami sakit yang teramat parah, Salah satu kerabat yang menonton faktor tersebut berucap bahwa Alqomah sedang mengalami sakaratul maut.




Yang mengherankan merupakan entah kenapa Alqomah yang rajin beribadah sangat susah untuk mengucapkan lafadz syahadat pada saat menjelang dicabut nyawanya. Istrinya pun meminta pertolongan pada seseorang supaya menemui Rasulullah dengan tujuan memberi tau pesan mengenai kondisi suaminya yang tengah menderita.

Seusai pembantu tersebut datang terhadap Rasulullah dan memberi tau kondisi dari Alqomah, Rasul pun menyuruh para sahabatnya semacam Bilal, Ali dan Ammar untuk mendatangi rumah Alqomah. Kondisi yang susah dijelaskan dengan kata-kata tersebut sungguh terkesan oleh mereka bertiga dan saling mempertanyakan di dalam hati mereka mengenai Alqomah yang taat dalam menjalankan ibadah tetapi sangat susah untuk mengucapkan lafadz “Laa ilaha illallah”. Semacamnya lidah Alqomah telah dikunci untuk mengucapkan kata tersebut.

Menonton kondisi dari Alqomah yang menderita, Bilal pun memutuskan untuk mendatangi Rasulullah. Sesampainya di depan Rasullullah dan Bilal menguraikan kejadian yang dialaminya, Rasul pun berucap “Apakah Alqomah masih mempunyai ayah dan ibu?”


Sebab Bilal lumayan tahu kondisi dari Alqomah, maka ia pun menjawab “Ayahnya telah meninggal, tetapi ia masih mempunyai seorang bunda yang telah tua renta”.

Rasulullah kemudian mengatakan “Baiklah Bilal, temuilah bunda Alqomah dan aku titipkan salamku untuknya. Apabila ia tetap sanggup berlangsung, maka dirinya bisa menghadapku. Apabila ia terbukti tidak bisa maka aku yang bakal ke sana.”

Seusai mendengar perintah dari Rasulullah SAW, Bilal pun langsung menuju rumah bunda Alqomah dan memberi tau apa yang dikatakan oleh Rasulullah tanpa mengurangi sedikit pun.

Ibu Alqomah pun mengatakan “Biarlah aku yang berangkat menemui Rasulullah”.

Dengan sedikit tertatih-tatih dan dengan bantuan tongkat yang menjadi penyangganya, bunda Alqomah pun menemui Rasulullah dan mengucapkan salam yang disambut dengan jawaban dari Rasulullah.

Rasulullah mengatakan “Bisakah bunda menceritakan kondisi Alqomah yang sebetulnya? Kenapa ia nampak kesusahan untuk mengucapkan “Laa ilaha illallah”. Setahu saya Alqomah merupakan hamba yang rajin beribadah lagi taat”.

Dengan tegas ibunda Alqomah menjawab “Itu sebab saya yang murka kepadanya wahai Rasulullah.”

“Mengapa engkau murka terhadap Alqomah?” Rasul terus penasaran dengan ucapan ibunda Alqomah.

“Ini sebab Alqomah lebih mementingkan istrinya dibandingkan dengan aku yang menjadi ibunya. Alqomah telah menyakitiku. Ia berani menentangku demi untuk menuruti keinginan dari istrinya.”
Kini Rasulullah

mengerti dengan kondisi Alqomah yang susah melafadzkan “Laa ilaha illallah” tersebut dikarenakan ibundanya telah murka bakal Alqomah. Rasul pun menganggukkan kepalanya tanda beliau telah mengerti.

Sesaat kemudian, Rasulullah terbuktigil Bilal dan menyuruhnya untuk mengumpulkan kayu bakar setidak sedikit-tidak sedikitnya untuk Alqomah.

Mendengar faktor tersebut, bunda Alqomah langsung bertanya keheranan “Ya Rasulullah mengapa engkau mau membakar anakku di depan kedua mataku? Bagaimana perasaanku kelak saat menontonnya?” Bunda mana yang tega

     

menonton anaknya dibakar cocok di depan matanya. Walau ibunda Alqomah murka, tetapi kasih sayangnya tidak tega apabila Alqomah wajib dibakar nasib-nasib. 
Rasulullah menjawab “Wahai ibunda Alqomah, sejatinya siksa dari Allah di akhirat benar-benar lebih kejam. Amal yang telah Alqomah kerjakan selagi ini tidak bisa diterima oleh Allah sebab murka yang engkau berbagi. Kebaikan yang selagi ini Alqomah perbuat dengan ikhlas tidak sanggup menahannya dari siksa api neraka”.

“Apabila engkau terbukti ingin Alqomah selamat dari api neraka, maka engkau wajib memaafkan dan merelakan apa yang telah Alqomah perbuat.”

Mendengar faktor tersebut, bunda Alqomah pun memafkan anaknya sebab ia tidak sanggup apabila wajib menonton Alqomah tersiksa dalam api neraka.

Seusai mendengar apa yang disampaikan oleh ibunda Alqomah, Rasulullah pun meminta Bilal untuk mendatangi rumah Alqomah dan memeriksa apakah Alqomah telah bisa mengucapkan kalimat syahadat alias belum.

Ketulusan rasa maaf dari seorang bunda bakal anaknya telah terbukti. Bilal yang telah hingga di depan pintu rumah Alqomah mendengar bahwa Alqomah telah mengucapkan kalimat “Laa ilaha illallah” dengan lancar dan wafat dalam kondisi yang baik.

Bilal pun masuk kedalam rumah tersebut dan menceritakan sebab Alqomah sukar untuk mengucapkan kalimat syahadat. Amal yang selagi nasib Alqomah perbuat nyatanya tidak sanggup membendung murka dari ibunya sendiri.

Alqomah segera dimandikan, dikafani dan dishalatkan yang dipimpin oleh Rasulullah.

Berakhir menguburkan, Nabi Muhammad SAW berpesan:

“Wahai sahabat Muhajirin dan Anshar. Siapa saja yang lebih mengutamakan istrinya daripada ibunya maka ia terkena laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya. Bahkan Allah tidak menerima darinya ibadah fardhu dan sunnatnya, kecuali apabila bertaubat benar-benar terhadap Allah dan berbuat baik pada ibunya dan meminta keridhoannya. Sebab ridha Allah terpaut dengan ridha bunda dan murka Allah juga dalam murka seorang ibu”

Subhanallah.. Sahabatku.. Masihkah kami mendurhakai seorang bunda yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan kita? Rasanya sungguh hina diri ini apabila wajib merasa bahagia di tengah penderitaan orang tua khususnya bunda dan mengesampingkannya.

Semoga kisah nyata diatas bisa kami ambil pelajaran dan hikmahnya, Mari kami mengabdi terhadap bunda dan ayah kami dengan sekuat tenaga selagi mereka berdua tidak menyuruh berbuat maksiat terhadap Allah SWT.

(merdekasiana.com / beradab.com)

Astagfirullah! Inilah 10 Perilaku Istri Durhaka Kepada Suami, No 4 Paling Banyak Dilakukan .. Tolong Bantu Sebarkan.!

Di bawah ini adalah 10 perilaku yang harus dihindari oleh para istri,
agar tidak menjadi golongan istri durhaka kepada suami, diantaranya adalah:


1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
Lalai dalam melayani suami
Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
Keluar rumah tanpa izin suami
Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan
x
bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami

“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian disampaikan Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib!! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu’Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.
Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.
Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam,dan menyejukkan ketika dipandang suaminya

Sumber  : surga-illahi.blogspot.com

TOLONG BANTU BAGIKAN..Kisah Seorang Gadis Yang Dipotong Tangannya Hanya Karena Ini...

Dikisahkan bahwa semasa berlakunya
kekurangan makanan dalam kalangan Bani Israel, maka lalulah seorang fakir menghampiri rumah seorang kaya dengan berkata, "Sedekahlah kamu kepadaku dengan sepotong roti dengan ikhlas kerana Allah S.W.T."




Setelah fakir miskin itu berkata demikian maka keluarlah anak gadis orang kaya, lalau memberikan roti yang masih panas kepadanya. Sebaik saja gadis itu memberikan roti tersebut maka keluarlah bapa gadis tersebut yang bakhil itu terus memotong tangan kanan anak gadisnya sehingga putus. Semenjak dari peristiwa itu maka Allah S.W.T pun mengubah kehidupan orang kaya itu dengan menarik kembali harta kekayaannya sehingga dia menjadi seorang yang fakir miskin dan akhirnya dia meninggal dunia dalam keadaan yang paling hina.

Anak gadis itu menjadi pengemis dan meminta-minta dari satu rumah ke rumah. Maka pada suatu hari anak gadis itu menghampiri rumah seorang kaya sambil meminta sedekah, maka keluarlah seorang ibu dari rumah tersebut. Ibu tersebut sangat kagum dengan kecantikannya dan mempelawa anak gadis itu masuk ke rumahnya. Ibu itu sangat tertarik dengan gadis tersebut dan dia berhajat untuk mengahwinkan anaknya dengan gadis tersebut. Maka setelah perkahwinan itu selesai, maka si ibu itu pun memberikan pakaian dan perhiasan bagi menggantikan pakaiannya.

Pada suatu malam apabila sudah dihidang makanan malam, maka si suami hendak makan bersamanya. Oleh kerana anak gadis itu kudung tangannya dan suaminya juga tidak tahu bahwa dia itu kudung, manakala ibunya juga telah merahsiakan tentang tangan gadis tersebut. Maka apabila suaminya
menyuruh dia makan, lalu dia makan dengan tangan kiri.
Apabial suaminya melihat keadaan isterinya itu dia pun berkata, "Aku mendapat tahu bahwa orang fakir tidak tahu dalam tatacara harian,
oleh itu makanlah dengan tangan kanan dan bukan dengan tangan kiri."

Setelah si suami berkata demikian, maka isterinya itu tetap makan dengan tangan kiri, walaupun suaminya berulang kali memberitahunya. Dengan tiba-tiba terdengar suara dari sebelah pintu, "Keluarkanlah tangan kananmu itu wahai hamba Allah, sesungguhnya kamu telah mendermakan sepotong roti dengan ikhlas kerana Ku, maka tidak ada halangan bagi-Ku memberikan kembali akan tangan kananmu itu."

Setelah gadis itu mendengar suara tersebut, maka dia pun mengeluarkan tangan kanannya, dan dia mendapati tangan kanannya berada dalam keadaan asalnya, dan dia pun makan bersama suaminya dengan menggunakan tangan kanan. Hendaklah kita sentiasa menghormati tetamu kita, walaupun dia fakir miskin apabila dia telah datang ke rumah kita maka sesungguhnya dia adalah tetamu kita. Rasulullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud,

"Barangsiapa menghormati tetamu, maka sesungguhnya dia telah menghormatiku, dan barangsiapa
menghormatiku, maka sesungguhnya dia telah memuliakan Allah S.W.T. Dan barangsiapa telah menjadi kemarahan tetamu, dia telah menjadi kemarahanku. Dan barangsiapa menjadikan kemarahanku, sesungguhnya dia telah menjadikan murka Allah S.W.T."
Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud, "Sesungguhnya tetamu itu apabila dia datang ke rumah seseorang mukmin itu, maka dia masuk bersama dengan seribu berkah dan seribu rahmat."

Subhanallah
Pelajaran :
Mari dengan membaca kisah ini kita dapat atau selalu senantiasa menghormati tamu yang datang kerumah kita dengan maksud yang baik, walau seorang pengemis yang datang kerumah kita untuk meminta..
Barangsiapa yang menghormati tamunya dan menjamunya, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memasukkan kebaikan didalam rumah kita, yaitu rahmat dan mengeluarkan keburukan yang ada dalam rumah kita..
Semoga kisah ini bermanfaat...

Subhannallah! Pria Ini Ajak Dua Putrinya ke Restoran, Perbuatan Selanjutnya Bikin Haru

Dia terlihat sudah kenyang hanya dengan melihat putrinya menikmati makanan di sebuah restoran cepat saji.
Dilansir dari Viral4real, Senin (13/3/2017), dalam sebuah foto yang viral di media sosial, ada sebuah pemandangan menarik. Seorang ayah hanya melihat putrinya makan.

Dalam foto tersebut, dua gadis cilik dan ayah mereka duduk di satu meja.
Saat keduanya sedang menikmati makanan, sang ayah hanya menatap mereka.
Sepertinya dia tidak punya cukup uang untuk membeli makanan untuk mereka bertiga.
Banyak netizen kagum dengan sosok pria tersebut yang tidak mementingkan diri sendiri.
Dia rela kelaparan hanya untuk membiarkan anak-anaknya makan apa yang mereka inginkan.
Foto ini pun dengan cepat viral di media sosial usai seorang pengguna Facebook Junnel Sarajan, membagikan foto tersebut.
Dia mengaku saat itu berada tidak jauh dari ketiganya.
Dia pun mengambil foto kebersamaan ayah dan kedua putrinya, lalu dibagikannya ke akun Facebook miliknya.
Hingga saat ini foto tersebut telah disukai lebih dari 58 ribu netizen, dan dibagikan lebih dari 65 ribu kali.
Tak lama setelah foto tersebut viral.
Seorang netizen muncul di kolom komentar dan mengaku kenal dengan pria tersebut.
Pria dalam foto tersebut ditinggal pergi istrinya karena mengidap stroke.
Selain itu, dia juga harus merawat kedua putrinya yang masih kecil.(tribunsumsel.com)

Allahu Akbar! Suara Azan Misterius Berkumandang Saat Angin Kencang Melanda Surabaya, Ternyata Suara Itu

Suara azan terlantun di tengah angin kencang yang melanda Kota Surabaya, Selasa kemarin (7/3/2017).

Suara tersebut dikumandangkan oleh seseorang di kawasan Jalan Ahmad Yani yang sedang berteduh.



"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," lantun warga dengan suara meninggi yang saat itu sedang menyelamatkan diri dari serbuan angin kencang, seperti yang dikutip dari Surya.

Kejadian tersebut sempat direkam oleh Agus Susanto (41) dari kota pahlawan, Surabaya.

Lokasi Agus saat itu berada di depan Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Dalam video tersebut tampak sebuah tenda terlempar jauh terbawa tiupan angin kencang.

Angin kencang tersebut berhembus sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang dan menimpa banyak kendaraan di Jalan Ahmad Yani.

Agus Susanto berhasil mengabadikan momen Suara Azan Misterius Berkumandang Saat Angin Kencang Melanda Surabaya, Berikut videonya.

ASTAGFIRULLAH!! Beginilah Posisi Orang Tidur yang Dilaknat Allah SWT, Justru Banyak Orang Melakukannya...

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar selalu menghadap ke kanan ketika akan tidur. Posisi tidur seperti ini tidak hanya sekedar sunnah, namun ternyata memiliki khasiat jika dikaji secara medis.

Selain posisi tidur yang dianjurkan, ada pula posisi tidur yang sangat dimurkai Allah SWT.  Bahkan disebut-sebut bahwa posisi ini merupakan ciri penghuni neraka. Seperti apa posisi yang dimaksud? Berikut ulasannya.


Ternyata posisi yang dilarang dan dimurkai ini adalah posisi tengkurap. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadistnya ketika Beliau mendatangi sebuah masjid. Ia melihat seorang yang tinggal di masjid Nabawi sedang tidur tengkurap. Kisah yang diriwayatkan oleh Thakhfah Al-Ghifari RA salah seorang yang tinggal di masjid Nabawi berkata,

“Aku tidur di masjid pada akhir malam, kemudian ada orang yang mendatangiku sedangkan aku tidur dengan posisi tengkurap. Laluberkata:

“Bangunlah dari tengkurapmu, karena tidur yang


demikian adalah tidurnya orang-orang yang
dimurkai Allah.” Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika kulihat ia adalah Rasulullah SAW, maka akupun kemudian bangkit.” [HR. Bukhari]
Dalam

riwayat lain Rasulullah SAW menjelaskan bahwa posisi tidur tengkurap adalah posisi tidurnya para penghuni neraka. Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya:

“Tidur tengkurap adalah posisi tidurnya penghuni neraka.” [HR. Ibnu Majah]

Allah SWT dan Rasulnya tentu tidak akan melarang sesuatu hal jika hal tersebut berbahaya bagi manusia. Secara medis, tidur dengan posisi tengkurap berbahaya bagi tubuh sehingga Allah SWT melarang, bahkan memurkai posisi ini.

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh” [Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf)

Ternyata Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa memang tidur tengkurap memang berbahaya. Tidur ini dapat mengganggu pernafasan karena otot dada  dan organ pernafasan tidak dapat bekerja maksimal karena tehimpit. Dengan posisi tersebut dada akan menjadi tertekan dan membuat nafas menjadi sesak.

Selain bagian pernafasan, tidur dengan posisi ini juga dapat menghimpit jantung. Dalam jangka waktu lama posisi seperti ini dapat membahayakan kesehatan jantung.  Fungsi otak juga bisa terganggu dengan posisi ini. Pasalnya aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh begitu pula ke otak menjadi terganggu karena terhimpitnya jantung tadi.

Untuk itu, ikutilah jauhilah semua hal yang dilarang Allah. Karena sejatinya, Dia tidak akan melarang sesuatu hal yang baik, namun larangan tersebut semata-mata hanya untuk kebaikan hamba-Nya. Allah pemilik alam semesta dan semua ilmu pengetahuan, tentu Dia lah yang lebih tahu. Wallahu alam.

Merugilah Jika Tak Kamu Baca!! Kisah Mayat Yang di Lilit Ular Hanya Karena Melakukan 3 hal Sepele Ini...

Setelah dimandikan dan di kafankan, lalu diletakkan di satu sudut rumah untuk disholatkan. Semasa sholat hendak dimulai, tiba-tiba mayat itu bergerak-gerak.
Tampillah seorang daripada mereka untuk menghuraikan ikatan kafan karena menyangka mayat itu masih hidup.
Tatkala kafan itu terbuka, alangkah terperanjatnya mereka karena mayat itu di lilit dan digigit oleh seekor ular.

Lalu mereka mengambil kayu untuk memukul ular tersebut.
Sekali lagi mereka terkejut karena ular itu mengucap dua kalimah syahadat serta berkata :
“Apakah sebabnya kamu hendak membunuhku?. Aku tidak bersalah dan tidak pula menyakiti kamu.
Aku hanya menjalankan perintah Allah menyiksa mayat ini sehingga Hari Akhirat”.
Para hadirin bertanya : “Apakah yang menyebabkan mayat ini disiksa?”
Ular tersebut menjawab : “Mayat ini selama hidupnya telah melakukan tiga kesalahan yaitu,
Pertama : Ia mendengar azan tetapi tidak diindahkan malah tidak pula mengerjakan sholat.
Kedua : Ia tidak mengeluarkan zakat hartanya.
Ketiga : Ia tidak mau mendengar nasihat yang baik-baik dari para alim ulama’.
Itulah yang menyebabkannya disiksa sedemikian rupa.”
Malaikat Jibril as, telah menemui Nabi Muhammad SAW, dan berkata:
Ya Muhammad.. Tidaklah diterima bagi orang yg meninggalkan sholat yaitu: Puasanya, Shodaqahnya,

Zakatnya, Hajinya dan Amal baiknya.

Orang yg meninggalkan Sholat akan diturunkan kepadanya tiap-tiap hari dan malam seribu laknat dan seribu murka. Begitu jg Para Malaikat di langit ke-7 akan melaknatnya.

Ya Muhammad..! Orang yg meninggalkan Sholat tak akan mendapat syafa’atmu dan ia tak tergolong dari umatmu.. Tidak boleh diziarahi ketika ia sakit, tak boleh mengiringi jenazahnya, tak boleh beri salam padanya, tak boleh makan minum dengannya, tak boleh bersahabat dengannya, tak boleh duduk besertanya, tak ada Agama baginya, tak ada kepercayaan bagi nya, tak ada baginya Rahmat Allah dan ia dikumpulkan bersama dengan orang Munafiqiin pada lapisan Neraka yang paling bawah (diazab dengan amat dahsyat..).

Sabda Nabi Muhammad SAW, Maksud Hadist: Perjanjian (perbedaan) diantara kita (orang islam) dgn mereka (orang kafir) ialah Sholat, dan barangsiapa meninggalkan Sholat sesungguhnya ia telah menjadi seorang kafir. (Tirmizi).

Wahai Saudaraku Ummat Islam, mari kita merenung sejenak tentang ancaman azab bagi yg meninggalkan sholat Fardhu. 

Apa guna kita hidup di dunia sekalipun berlimpah harta jika kita termasuk golongan orang-orang yg (kafir) meninggalkan sholat..?

Barang siapa meninggalkan Sholat, maka ia telah menjadi kafir dgn nyata…! 

Orang yg meninggalkan sholat, ia wajib menerima azab Allah Ta’ala..! 

Orang yg meninggalkan sholat, tak akan mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW, karena mereka telah menjadi kafir dan orang kafir tak berhak mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW. 

Ancaman Allah Ta’ala terhadap orang-orang yg meninggalkan sholat bukan sekedar gertakan belaka. 

Sungguh ancaman Allah Ta’ala akan terbukti kelak di akhirat. …sesungguhnya Allah tak akan mengingkari janji.
Sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa Menunjukkan kepada Kebaikan. Maka ia memperoleh Pahala yang sama seperti yang melakukan atau mengamalkan Kebaikan itu.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Ya Allah.. Kami Memohon pada Engkau , Ampunilah dosa-dosa kami ,terimalah amal ibadah kami, dan matikanlah kami dalam keadaan khusnul khotimah, Aamiin ya Rabbal’alamiin.
Mohon jangan abaikan, SHARE kesemua temanmu agar semua terhindar dari siksa..
Semoga kamu mendapatkan Pahala atas kebaikanmu..