Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts
SAHABAT !!! MOHON JANGAN DIREMEHKAN! Inilah Dahsyatnya Bacaan Ayat Kursi.Baca selengkapnya yuk,,

SAHABAT !!! MOHON JANGAN DIREMEHKAN! Inilah Dahsyatnya Bacaan Ayat Kursi.Baca selengkapnya yuk,,




Kita sering disarankan untuk membaca ayat Kursi, namun apakah kita yang sering membacanya tahu tentang manfaat serta manfaat dahsyat dari ayat kursi tersebut? Ayat Kursi sendiri sesungguhnya yaitu sisi dari surat Al-Baqarah, surat ke-2 di dalam Al-Qur’an, serta adalah ayat ke 255 dari surat itu. Doa ini dapat dinilai sebagai satu diantara doa yang mempunyai derajat tertinggi diantara surat-surat atau doa-doa yang lain. Walau memanglah semua ayat dari semuanya surat di Al-Qur’an yaitu mulia, yang satu ini mempunyai tempatnya sendiri.

Daftar Beberapa Manfaat dan Faedah Dahsyat dari Ayat Kursi
1. Faedah ayat kursi yang pertama terlihat dari Syeikh Abu Abbas yang mengemukakan bahwasannya siapa saja yang membaca ayat kursi hingga semakin lebih 50 kali dan meniupkannya pada air hujan, insya Allah waktu air itu diminum akan buat akal serta fikiran orang itu lebih terbuka, dan mengakibatkannya jadi lebih gampang mengolah pengetahuan yang baru.

2. Dijelaskan bila siapa saja yang membaca ayat Kursi penuh kekhusyukan setelah mereka kerjakan shalat fardhu saat pagi dan sore hari, jadi Insya Allah lewat kuasa Allah SWT jadi bakal dilindungi dari godaan syaitan, serangan binatang buas, hingga kejahatan orang lain yang kurang lebih bisa membawa bencana pada keluarganya.

3. Lewat kita Asraarul Mufidah di kenali bila siapapun yang membaca ayat kursi beberapa 18 kali jadi bakal peroleh faedah dari membaca ayat kursi yaitu dadanya akan dibukakan pada berbagai macam hikmah. Rezeki yang bakal nampak kepadanya bakal diperbanyak, dan ia bakal diberikan efek yang cukup besar sampai beberapa orang yang bakal menghormatinya.

4.Rasulullah
SAW bersabda bila mereka yang membaca ayat Kursi beberapa 12x pada hari Jum’at dan kerjakan shalat sunnah 2 rakaat akan dipelihara selekasnya oleh Allah dari kejahatan baik itu dari syaitan ataupun manusia.

5. Sabda lain Rasulullah SAW mengenai faedah dan faedah dahsyat dari ayat kursi yakni mengenai bagaimana mereka yang pulang ke rumah dan selekasnya membaca ayat Kursi jadi bakal di hilangkan semuanya bentuk kekafiran yang ada di hadapan orang itu.

6. Apabila seseorang membaca ayat Kursi di perjalanan, jadi orang itu Insya Allah akan diberikan keselamatan hingga ia tiba di maksud.

7. Mereka yang selalu membaca ayat kursi jadi bakal peroleh cinta dan perhatian dari Allah SWT seperti Allah telah suka pada dan memeliihara Nabi Muhammad SAW.

8. Apabila dibaca dengan penuh kekhusyukan, jadi Insya Allah ayat Kursi bisa jadi senjata melawan syaitan dan jin yang jahat, lantaran ayat ini bakal menyebabkan mereka terbakar. Tersebut dampak ayat Kursi yang seringkali kita gunakan, untuk mengusir makhluk halus yang mengganggu hidup kita.

9. Apabila seseorang mengamalkan apa yang ada di dalam ayat kursi, jadi Insya Allah mereka bakal dihindarkan dari perbuatan pencurian apapun yang direncanakan oleh manusia yang lain. Ayat Kursi itu jadi akan berpindah jadi satu benteng yang senantiasa membuat perlindungan tempat tinggal pembaca dari pencuri.

10. Apabila seseorang sudah punya kebiasaan membaca ayat Kursi saat mereka selesai menunaikan shalat Fardhu, orang itu bakal ada pada lindungan Allah kecuali maut memanggilnya.

11. Waktu seseorang membacanya terlebih dulu tertidur, jadi di tempat tinggalnya akan ditempatkan penjaga oleh Allah SWT.

Beberapa hal di atas cuma sebagian dari manfaat serta faedah dahsyat dari ayat kursi lantaran sesungguhnya ayat ini yakni ayat yang paling mulia.





CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SEO

SUBHALLAH! !! Inilah Yang Terjadi Pada Janin Saat Mengarkan Ayat Al-Qur'an....BANTU SEBARKAN YA,,,


Biasanya tiap-tiap janin dapat berada dalam r4him seseorang ibu selagi 9 bln 10 hri. Kala tetap berada di dalam r4him, kita tak mengetahui apapun & siapapun. Demikian pun faktor nya bersama orang sepuh, mereka serta tak mengetahui seperti apa rupa & wujud janin yg ada di dalam r4him. Tetapi seiring berkembangnya tehnologi, saat ini para ortu mampu menonton bagaimanakah perkembangan & wujud janin di dalam perut sang ibu.

Para pakar kedokteran di bagian kandungan sepakat menyebut bahwa mendengarkan musik bagi satu orang ibu hamil amat sangat baik utk kesehatan janinnya. Oleh lantaran itu teramat dianjurkan bagi para ibu hamil utk meluangkan waktunya mendengarkan musik terutama musik klasik. Tapi bagaimanakah bila yg di dengarkan bukanlah suatu musik, melainkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an ?

Satu Buah penelitian yg dilakukan belakangan ini menemukan kenyataan bahwa berlangsung perubahan aktifitas yg amat luar biasa terhadap janin di dalam r4him saat diperdengarkan nada lantunan Al-Qur’an. Waktu dilakukan sensor USG (Ultrasonography) terhadap janin yg ibunya memutarkan rekaman ayat-ayat Al-Qur’an, kelihatan bahwa si janin lebih santai seolah-olah ikut mendengarkan bersama seksama lantunan ayat-ayat suci, sedangkan saat diperdengarkan nada musik sehingga si janin jadi lebih aktif bergerak.

Manakah Yg Lebih Mencerdaskan Bayi, Musik Klasik Atau Al-Qur’an ? 

Dr. Nurhayati dari Malaysia menyampaikan hasil penelitiannya dalam suatu seminar konseling & psikoterapi Islam menyebutkan bahwa, “Setiap nada atau sumber bunyi, memiliki frekuensi & panjang gelombang tertentu. & nyatanya, ayat-ayat Al-Qur’an yg dibaca bersama tartil yg bagus pula tepat bersama tajwid memiliki frekuensi & panjang gelombang yg akan mempengaruhi otak dengan cara positif & serta akan mengembalikan keseimbangan dalam badan.”

Sedangkan utk musik klasik, tidak sedikit pengamat yg meragukannya. Bahkan sekian banyak peneliti dari University of Vienna, Austria adalah Jakob Pietsching, Antin K. Forman & Martin Voracek laksanakan penelitian yg dikasih nama Mozart Effect mengungkapkan kesalahan akbar dari hasil penelitian berkenaan musik yg melegenda ini. Mereka menyatukan temuan para ahli berkenaan efek musik Mozart pada tingkat intelegensia seorang. Bersama melibatkan 3000 partisipator, hasilnya didapatkan rangkuman bahwa tak ada stimulus atau sesuatu factor yg mendorong peningkatan intelegensia satu orang sesudah beliau mendengarkan musik Mozart.

Penelitian mirip serta dilakukan oleh satu buah tim dari Jerman yg terdiri dari para ilmuwan, tenaga pendidik, psikolog & ahli musik. & disimpulkan bahwa amat tak mungkin saja musik Mozart akan menciptakan seseorang bayi jadi lebih jenius. Tetapi sebab kuatnya pengaruh kepercayaan beberapa orang Barat yg menyebut bahwa musik klasik amat sangat berhubungan bersama tingkat intelegensia, menciptakan tidak sedikit penduduk tidak sedikit yg tak tahu.

Perkembangan struktur otak bayi dipengaruhi oleh pola & lifestyle sang ibu pula keadaan emosi ibu hamil. Sedangkan dampak musik bisa jadi stimulus psikologi emosioanal yg lumayan baik, maka bakal menciptakan psikologis & emosi ibu lebih terjaga utk akan membuat suana rahin yg kondusif utk membangun & pertumbuhan otak sang janin.

Pengaruh Bacaan Al-Qur’an kepada syaraf, otak & organ badan yang lain.

Dr. Al Qadhi, mengungkapkan bahwa cuma bersama mendengarkan bacaan Al-Qur’an sehingga bakal merasakan perubahan psikologis yg amat akbar. Termasuk Juga penurunan depresi, kesedihan, akan mendapati jiwa yg kalem & menangkal bermacam type oenyakit. diluar itu, Al Qhadi serta mengungkapkan bahwa bacaan Al-Qur’an sanggup mempengaruhi sampai 97% kala melahirkan & ketenangan jiwa pun penyembuhan penyakit.

Al-Qur’an adalah suatu kebahagiaan & nikmat yg agung. Tidak Cuma berharga ibadah ketika membacanya, tapi nyatanya sanggup memberikan pengaruh bagi jasmani & rohani kita. Allah SWT berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 204 merupakan, “Dan kalau dibacakan Al-Qur’an, simaklah bersama baik & perhatikanlah dgn kalem supaya mampu meraih rahmat.”




CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SEO

Ketahuilah !! Inilah Lima Tujuan Menikah dalam Islam !!! Tolong Di Share


Pernikahan menjadi suatu prosesi yang sakral bagi semua orang. setiap orang yang saling mencintai  berharap kekerabatan mereka dipersatukan ke jenjang pernikahan. ada banyak alharapann pharapanngan untuk menikah salah satunya merupakan untuk melaksanakan sunnah Nabi.

Namun, tidak semua orang melsayakan pernikahan alharapannnya merupakan alharapann tersebut. ada di antara mereka yang menikah dengan tujuan untuk menerima harta atau kenikmatan dari pharapanngannya saja. bahkan di antara mereka ada yang meninggalkan pharapanngannya setelah menerima apa yang diinginkan.


Padahal sebenarnya di dalam agama islam, pernikahan bukan hanya dijsaudara termudaan ajang pemersatu dua hati yang saling mencintai saja. namun lebih dari pada itu, ada beberapa tujuan dari melsayakan pernikahan di dalam islam. apa sajakah itu? berikut ini ulimpiann selengkapnya.

1. Menjaga diri dari perbuatan maksiat
Tujuan pertama dari pernikahan menurut islam merupakan untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat. seperti yang diketahui, pada ketika ini banyak anak belia yang menjalin korelasi yang tidak diperbolehkan di dalam islam yakni dengan berpprogramn. korelasi yang demikian ini menjadi ladang dosa bagi mereka yang menjalaninya alimpiannnya merupakan dapat menimbulkan nafsu antara satu dengan lainnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “wahai para pebelia, barang siapa dari  kau telah bisa memikul tanggul jawab keluarga, hendaknya segera menikah, alimpiannnya merupakan dengan pernikahan engkau lebih bisa untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluanmu. dan barang siapa yang belum bisa, maka hendaknya ia berpuimpian, alimpiannnya merupakan puimpian itu dapat mengendalikan dorongan seksualnya.” (muttafaqun ‘alaih)

Nafsu syahwat merupakan fitrah yang ada dalam diri insan. untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat, maka mereka yang telah bisa dianjurkan untuk menikah. namun kalau belum bisa, maka hendaknya berpuimpian untuk mengendalikan diri.

2. Mengamalkan ajaran Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam
Seperti yang sudah diterperincikan di atas bahwa pernikahan itu merupakan sunnah Nabi, jadi mengamalkan ajaran Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menjadi salah satu tujuan dari pernikahan di dalam islam. sebagai umat muslim, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dijsaudara termudaan sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. dengan mengikuti apa yang dikerjakan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berarti kita sudah menjalankan sunnah-ya. salah satu sunnah Rasul  itu merupakan menikah.

3. Memperbanyak jumlah umat islam
Tujuan selanjutnya dari pernikahan merupakan untuk menambah jumlah umat islam. maksudnya di sini merupakan buah dari pernikahan tersebut akan melahirkan anak-anak kaum muslim ke dunia dan mendidiknya menjadi umat yang berkhasiat bagi agama dan masybirat. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Nikahilah wanita-wanita yang bersifat penyayang dan subur (banyak anak), alimpiannnya merupakan saya akan berbangga-bangga dengan (jumlah) kalian dihadapan umat-umat lainnya kelak pada hari qiyamat.” (riwayat ahmad, ibnu hibban, at thabrany dan dishahihkan oleh al albany)

4. Mendapat kenyamanan
Tidak hanya faktor kepentingan agama saja, ternyata menikah juga bertujuan untuk diri kita sendiri. tujuan tersebut untuk menerima kenyamanan dan ketenangan dalam kehidupan di dunia ini. ALLAH ta’ala berfirman:

“Dan di antara ayat-ayat-nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya  kau merimpian nyaman kepadanya, dan dijsaudara termudaan-nya di antaramu mawadah dan rahmah. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [ar-rum 21].

5. Membina rumah tangga yang islami & menerapkan syari’at
tujuan terakhir pernikahan dalam agama islam merupakan untuk membia rumah tangga yang islami dan menerapkan syari’at. memang segala sesuatunya dimulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. maka masybirat yang tenang dan menjalankan ajaran ALLAH juga berimpianl dari tiap-tiap keluarga yang tenang dan menjalankan perintah ALLAH. ALLAH Subhanallah Wa Ta'ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakaranya merupakan insan dan batu; penjaganya mailakt-malaikat yang kimpianr yang monyets, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang diperintahkan-nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (qs. at tahrim 6)

demikianlah ulimpiann mengenai lima tujuan menikah dalam agama islam. sebagai kaum muslim, kita selayaknya mengetahui apa tujuan dari sebuah perintah atau anjuran ALLAH dan Rasulnya. setelah mengetahuinya, ada baiknya untuk menjalankan amalan tersebut agar menerima keridhaan ALLAH Subhanallah Wa Ta'ala.





CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SEO

SUBHANALLAH...!!! Inilah Doa dan Amalan Agar Wajah Selalu Berseri dan Dicintai Semua Orang...BANTU SEBARKAN YA...!!!




Doa dan Amalan Supaya Wajah Selalu Berseri dan Di cintai Semua Orang :

1. Sering berwudhu, untuk menjalankan shalat harus dan sunnah.

2. Berhijab untuk wanita, baik lahir dan batin.

3. Selalu melindungi perkataan, perbuatan dan pandangan.

4. Murah Senyum.

5. Mengamalkan do'a berikut ini :


Bismillahirrahmanirrahim..

 " ALLAHUMMA HAABIB 'ABDAKA HAZA ILA I'BADIKAL MUKMININ WAHABBIB ILAL MUKMININ "

Berarti : " Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini di cintai pada hati yang beriman, dan jadikanlah mereka suka pada orang yang beriman. " (HR. Muslim)

Aamiin ya Rabbal'alamin..

Anda sebarkan pada semuanya kenalan anda. Rasulullah SAW bersabda, " Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, jadi walau yang mengemukakan telah tidak ada (wafat dunia), dia akan tetaplah peroleh pahala.


Sumber: www.goosehat.com


  CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING

Ketika Ragu dalam Shalat Sudah Rakaat Berapa, Inilah yang Harus Dilakukan..Share Ya Semoga Bermanfaat....

Keraguan kadang menerpa orang yang tengah salat. Kesangsian yang membuatnya bimbang, telah di rakaat berapakah ia. Lantas apa yang perlu dilakukan bila sedang solat sangsi, misalnya sudah salat tiga rakaat atau empat rakaat?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam kitaabnya Tuhafatul Ikhwan bi Ajwibatin Muhammatain Tata’allaqu bi arkanil Islam yang ditranslate jadi Bertanya Jawab mengenai Rukun Islam mengulas permasalahan ini.


Syaikh Bin Baz berkata, yang harus untuk orang itu yaitu memberikan keyakinan jumlah yang lebih kecil. Jadi dalam masalah ini, ia memberikan keyakinan kalau telah 3 rakaat. Sesudah rakat empat ia sujud sahwi (sujud lantaran lupa) lantas salam. Dalilnya yaitu sabda Rasulullah
SAW.
 " Bila seorang dari kalian sangsi dalam salatnya, lantas ia tidak paham berapakah yang sudah ia lakukan tiga atau empat rakaat, jadi sebaiknya ia buang kesangsian serta bangun atas apa yang ia yakini, lalu sebaiknya ia sujud 2 x sebelum salam. Bila nyatanya ia salat lima rakaat, ke-2 sujud itu menggenapkan salatnya. Apabila ia salat prima (4 rakaat), jadi ke-2 sujud itu adalah kemenangannya atas Syetan. " (Hadis di keluarkan Muslim dalam shahihnya)


Adapun apabila pilih yakin pada satu di antara dua peluang tadi serta pilih mana yang ia yakin, jadi sesudah salam ia sujud sahwi 2 x.
sumber : tribunnews. com 

  CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING

STOP...!!!!KESOMBONGAN SESAAT MAMPU MENGHAPUS IBADAH KITA SELAMA RIBUAN TAHUN.!!! TOLONG DI BAGIKAN KESEMUA UMAT..!!!! TOLONG SEBARKAN YA....

STOP...!!!!KESOMBONGAN SESAAT MAMPU MENGHAPUS IBADAH KITA SELAMA RIBUAN TAHUN.!!! TOLONG DI BAGIKAN KESEMUA UMAT..!!!! TOLONG SEBARKAN YA....


Kesombongan iblis yang hanya sesaat, mampu menghapus ibadahnya selama ribuan tahun. Kisah iblis bisa menjadi cerminan bagi kita umat Islam untuk tidak berbangga dengan ibadah yang sudah dilakukan selama bertahun- tahun.

Karena, sesungguhnya mudah bagi Allah SWT untuk menggelincirkan setiap umatnya yang dikehendaki pada kesesatan dan mudah juga bagi Allah memberikan hidayah meski umatnya telah berbuat dosa selama hidupnya.

Mengutip kitab tafsir Marah Labid atau yang masyhur dikenal dengan Tafsir al- Munir karya Imam an-Naawi al-Bantani serta dinukilkan dari Hasyiyat as-Shawi atas Tafsir al-Jalalain, dalam sejumlah riwayat terungkap, konon iblis adalah penjaga surga dalam kurun waktu 40 ribu tahun.

Ia pernah hidup bersama dengan malaikat selama 80 ribu tahun dan tawaf mengelilingi Arsy bersama para malaikat selama 14 ribu tahun.

Iblis tidak merasa lelah atau mengeluh dalam menjalankan perintah Allah SWT. Iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apa pun kecuali karena Allah semata. Pada masa itu, malaikat dan lainnya memberi gelar al-'Aziz (makhluk Allah yang termulia) kepada iblis, ada juga yang memberi gelar `Azazil (panglima besar malaikat).

Di langit pertama sampai ketujuh, iblis begitu dihormati oleh para malaikat. Jika iblis lewat di depan para malaikat maka malaikat menghormati iblis bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, sehingga terhormatlah nama iblis di penjuru alam semesta.

Imam Abu Hamid al-Ghazali mengatakan, Allah SWT menaikkan iblis dengan cepat ke langit karena lebih unggul ibadahnya di antara penghuni surga. Setiap pindah dari langit satu ke langit lainnya, Allah memberinya gelar. Pada langit pertama, iblis diberi gelar al-Abid (ahli ibadah).

Pada tingkatan langit kedua, iblis diberi gelar az- Zahid, kemudian di langit ketiga, namanya disebut al-'Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al- Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi, di langit keenam, namanya disebut al-Kazin, dan pada langit ketujuh, namanya disebut `Azazil.

Namun, di dalam Lauhul Mahfudz, namanya berubah, bukan nama sesuai prestasi ibadahnya.
Allah menggantinya dengan nama iblis sampai akhir zaman. Perubahan nama menjadi iblis karena dia tidak menjalankan perintah Allah untuk menghormati Adam. Padahal, penghuni langit bersujud kepada Adam.

Setelah beberapa saat diciptakan, Adam meli hat semua penghuni surga sedang khusyuk menjalankan ibadah. Lalu, Allah memerintahkan seluruh penghuni langit untuk menghadap karena Allah akan menginstruksikan mereka menghormati Adam.

"Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi ini,"

Bagaimana tidak? Adam yang baru saja diciptakan dan belum teruji kualitas ibadahnya tiba-tiba mesti dihormati. Karena alasan itulah para penghuni surga protes. Salah satu di antara penghuni surga berkata seperti yang diabadikan dalam surah al-Baqarah ayat ke-30.

"Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu."

Mendengarkan perkataan malaikat itu, Allah menjawab, "Sungguh aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui." Setelah itu, Allah menunjukkan kelebihan Adam kepada seluruh penghuni langit.

Meski baru diciptakan, Adam lebih banyak mengetahui daripada penghuni langit yang lebih dulu diciptakan.
Pada saat itu juga Allah menyerukan penghuni langit untuk mengulang apa yang telah Adam sampaikan seperti diabadikan dalam surah al- Baqarah ayat ke-31. "Sebutkan kepada-Ku, nama semua benda ini, jika kalian yang benar."

Namun, semua penghuni langit terdiam tidak bisa menjawab satu pun nama-nama benda itu dan berkata, "Mahasuci Allah, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah engkau ajarkan kepada kami."

Para malaikat malu, mereka protes atas diciptakannya Adam. Untuk itu, para malaikat bertobat dan kembali memuji Allah. "Sungguh Engkau Allah yang Mahamengetahui, Mahabijaksana." Akhirnya semua penghuni langit bersujud kepada Adam atas kelebihan yang Allah berikan kepadanya.

Membangkang Namun, satu di antara penghuni surga yang akhirnya diberi nama iblis tidak mau bersujud kepada Adam dan melayangkan protesnya lebih keras dari protes malaikat sebelumnya. "Aku lebih mulia dari Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan aku engkau diciptakan dari api," kata iblis.

Setelah melihat iblis tidak menyesal dan tak merasa bersalah telah menolak perintah Allah yang satu ini, Allah segera mengusir iblis dari langit. Ketika itu, keindahan langit digambarkan seperti keindahan surga. Kemudian, Allah mengubah muka iblis yang semula sangat indah cemerlang menjadi hina.

Melihat keadaan pemimpin dan bendahara surga seperti itu, para malaikat yang jadi anak buahnya menjadi sedih. Namun, apa daya Allah telah menghendaki demikian. Setelah iblis tidak lagi ada di antara mereka, malaikat langsung berkumpul dan menceritakan kejadian pengusiran iblis.

Malaikat Jibril dan Mikail menangis di antara penghuni surga. Melihat malaikat yang ditugasi sebagai pengantar wahyu dan pemberi rezeki itu menangis, Allah bertanya, "Apakah yang membuat kamu menangis?"

Dengan penuh rasa hormat, mereka menjawab, "Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu."
Kemudian, Allah kembali berfirman kepada malaikat, "Begitulah Aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu daya-Ku




 CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SEO

Ribuan ABG Pacaran "Putus" Karena Membaca Artikel Ini.. Bantu Sebarkan!


Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin.

Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.

Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.

Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )

Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”

Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”

Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?

Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)

Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya.

Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Jabat Tangan dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)


Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”.

Meninjau Fenomena Pacaran

Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati.

Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-.

Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!

Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!

Mustahil Ada Pacaran Islami

Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?” Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.

Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian.

Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.

Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920.)



Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”



Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan.




CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SEO